Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

You are hereTokoh Indonesia / Tokoh Indonesia

Tokoh Indonesia


Biografi Frans Kaisiepo - Pahlawan Nasional dari Papua

Frans Kaisiepo

* Lahir: Biak, Senin, 10 Oktober 1921

* Warga Negara: Indonesia

Friedrich Silaban

Diringkas oleh: N. Risanti

Friedrich Silaban adalah seorang arsitek yang mengukir sejarah toleransi beragama di Indonesia. Lahir pada tanggal 16 Desember 1912, di Bonandolok, Sumatera Utara. Ia dijuluki Presiden pertama RI dengan, 'By the grace of God" (karena anugerah Tuhan - Red.) karena berhasil memenangkan sayembara merancang masjid Istiqlal di Jakarta.

Yap Thiam Hien

Ditulis oleh: N. Risanti

"Mengabaikan ketidakadilan dalam bentuk apa pun sesungguhnya adalah perbuatan melanggar dan penuh dosa." (Yap Thiam Hien, 1913 -- 1989)

Anton Moedardo Moeliono

Putra ketiga dari pasangan R. M. Moeliono Prawirohardjo dan Maria A. Igno ini sesungguhnya tidak pernah bermaksud mendalami bahasa Indonesia. Saat itu, ia secara kebetulan membaca iklan beasiswa ikatan dinas masuk ke Fakultas Sastra (FS) Universitas Indonesia (UI) untuk menjadi pegawai bidang bahasa. Setelah meraih gelar sarjana bahasa pada tahun 1958, ia mengajar sebagai dosen sekaligus menjadi tenaga tidak tetap di Lembaga Bahasa dan Kebudayaan. Selama tiga tahun, terhitung sejak 1960, ia menjabat sebagai Kepala Bidang Perkamusan, merangkap Ketua Jurusan Sastrawan, Pendiri PDS H.B. Jassin, Sastra Indonesia UI. Dari sanalah kepakaran dia sebagai ahli bahasa mulai berkembang.

Ursinus Elias Medellu

Mantan Pengawal Presiden Soekarno, Irjen Pol. (Purnawirawan) Ursinus Elias Medellu meninggal dalam usia 90 tahun, pada hari Jumat, 6 Januari 2012. Dia adalah seorang polisi yang berjasa besar bagi negeri ini. Mantan Kapolda Sumatera Utara ini meninggal dalam kondisi miskin. Ketika perang kemerdekaan, ketika ibu kota masih di Yogyakarta, waktu itu ia masih TNI berpangkat Letnan, Ursinus menjadi intel yang bisa masuk ke markas Belanda dan sangat membantu Soeharto dalam Serangan Umum 1 Maret.

Yohanes Amos Comenius

Dirangkum oleh: Doni K.

Hingga saat ini, Yohanes Amos Comenius dikenal sebagai Bapak Pendidikan Modern. Ia lahir pada tanggal 28 Maret 1592 di sebuah desa bernama Nivnice, di Morawi Tanggara, dekat tapal batas Hongaria. Keluarga Comenius berasal dari Desa Komna. Itulah sebabnya, Comenius memiliki nama fam "Komensky", yang diambil dari nama Komna, desa asal keluarganya. Nama ayah Comenius adalah Martinus Komensky, ia memiliki usaha penggilingan gandum. Selain itu, ayahnya juga seorang yang taat beribadah dan aktif dalam komunitas masyarakat Morawi Tenggara. Orang tua Comenius menjadi anggota Persekutuan Bruder (belakangan dikenal sebagai Bruder Bohemia atau Gereja Moravia), yaitu sebuah kelompok agama yang muncul sejak pertengahan abad ke-15. Kelompok itu berada di bawah pengaruh Kaum Wandens dan tokoh reformis lain, seperti Peter Chelchicky.

Soetirah Paulina Van Magelang

Soetirah lahir pada tanggal 4 Mei 1908 dari keluarga Sastrokarjo. Selama tiga tahun, ia bersekolah di Zendingsschool Kalipenten. Kemudian, ia melanjutkan ke Sekolah Guru Keucheniusschool, Purworejo, yang pada tahun 1906 dipindahkan ke Yogyakarta. Di Eerste Afdeling Keuchenius School Yogyakarta, Soetirah dan kakak-kakaknya dipersiapkan diri menjadi guru sekolah Zending.

Ronny Pattinasarany

Ronald Hermanus Pattinasarany yang lebih dikenal dengan nama Ronny Pattinasarany, lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, pada tanggal 9 Februari 1949. Ronny adalah salah satu pemain sepak bola legendaris, sekaligus pelatih sepak bola yang memiliki jam terbang tinggi di Indonesia. Dia juga mendapat sebutan "Sang Macan Lapangan" karena selalu siap menjemput bola di mana pun berada. Pada masa-masa jayanya, ia mendapatkan banyak permintaan untuk bergabung dengan klub-klub sepak bola papan atas.

Penggerak Gereja Kebangsaan

Sam Ratulangi adalah orang Kristen yang memiliki rasa kebangsaan yang cukup tinggi. Bahkan, rasa nasionalismenya tersebut dibawanya ke lingkup gereja. Sam Ratulangi menjadi salah satu motor penggerak terbentuknya gereja baru, yang disebut Kerapatan Gereja Protestan Minahasa, yang disingkat menjadi KGPM. Sam memberi sumbangsih pada tercetusnya semboyan gereja ini yang berbunyi, "Yesus Kristus dalam kebangsaan, kebangsaan dalam Yesus Kristus."

Sam Ratulangi

Dirangkum oleh: Sri Setyawati

Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi atau lebih dikenal dengan nama Sam Ratulangi (lahir di Tondano, Sulawesi Utara, 5 November 1890 dan meninggal di Jakarta, 30 Juni 1949) adalah salah seorang politikus dan pahlawan nasional Indonesia. Sam Ratulangi juga sering disebut-sebut sebagai tokoh multidimensional. Filsafatnya yang berbunyi, "Si tou timou tumou tou" -- manusia baru dapat disebut sebagai manusia, jika sudah dapat memanusiakan manusia -- sangat terkenal hingga sekarang.

Komentar


SABDA Live



Alkitab SABDA


Cari kata atau ayat:

Kamus SABDA


Media Sosial

 

Member login

Permohonan kata sandi baru